NADIKABAR.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara (Jakut) menggandeng pemuka agama dan tokoh masyarakat di daerah setempat untuk meningkatkan toleransi antarumat beragama serta mengantisipasi potensi konflik sosial di tengah keberagaman masyarakat.

"Kolaborasi berbagai elemen masyarakat menjadi kunci dalam memelihara keharmonisan di Jakarta Utara yang memiliki karakter sebagai kota pelabuhan dengan masyarakat yang heterogen," kata Asisten Pemerintahan Sekretaris Kota Jakarta Utara Muhammad Andri saat membuka kegiatan Peningkatan Kerukunan Umat Beragama di Jakarta, Selasa.

Dia pun mengapresiasi peran tokoh masyarakat dan pemuka agama dalam menjaga keamanan serta wilayah yang kondusif.

Menurut Andri, kolaborasi berbagai elemen masyarakat merupakan kunci dalam memelihara keharmonisan di Jakarta Utara yang memiliki karakter sebagai kota pelabuhan dengan masyarakat yang heterogen.

Dia menyebutkan keberagaman itu menjadi kekuatan sekaligus tantangan, terutama di tengah derasnya arus informasi digital yang berpotensi memicu disinformasi dan perselisihan di masyarakat.