"Pada triwulan II tahun 2026, telah tercapai 24 lokus KTR yang tidak ditemukan aktivitas merokok. Capaian tersebut menjadi langkah awal yang perlu terus diperkuat dan dipertahankan," ungkap Novita.
Dia menuturkan jumlah tersebut kemudian ditargetkan meningkat menjadi 48 lokus KTR yang tidak ditemukan aktivitas merokok pada triwulan IV 2026.
Dia menilai peningkatan jumlah lokus tersebut menggambarkan perluasan lingkungan masyarakat yang terlindungi dari aktivitas merokok.
"24 lokus pada triwulan II, lalu 48 lokus pada triwulan IV menunjukkan adanya upaya peningkatan cakupan implementasi KTR secara bertahap," terang Novita.