NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi Bengkulu menjajaki peluang perdagangan karbon melalui bursa karbon pada 2027 sebagai upaya mengoptimalkan potensi ekonomi dari pelaksanaan pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim di daerah itu.
"Harapan kita, 2027 sudah bisa masuk bursa, tetapi kita harus memenuhi dokumen-dokumen yang diatur dalam mekanisme yang berlaku. Salah satu dokumen awalnya adalah yang sedang kami konsultasikan ini," kata Ketua Kelompok Kerja Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim (PRKBI) Provinsi Bengkulu Sepragusri di Bengkulu, Jumat.
Dia menjelaskan penjajakan tersebut membutuhkan pemenuhan sejumlah persyaratan administrasi dan teknis sebelum pemerintah daerah dapat mengikuti mekanisme perdagangan karbon melalui bursa.
Menurut dia keikutsertaan dalam bursa karbon berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi daerah melalui nilai karbon yang dihasilkan dari upaya pengurangan emisi maupun penyerapan karbon pada sejumlah sektor pembangunan.