Menurut Dudi, perubahan konsentrasi polutan dapat dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain kondisi meteorologi dan aktivitas sumber emisi lokal.
Hujan yang terjadi sebagai bagian dari OMC juga berpotensi membantu membersihkan partikulat di atmosfer melalui proses deposisi basah atau wet deposition.
"Namun, diperlukan analisis lanjutan untuk memastikan besarnya pengaruh masing-masing faktor dan keberlanjutan perbaikan kualitas udara," kata Dudi.
Di sisi lain, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Marulitua Sijabat mengatakan, OMC dilakukan untuk mengoptimalkan potensi hujan dan membantu menciptakan kondisi yang lebih nyaman bagi masyarakat.
"Kami terus memantau perkembangan cuaca bersama BMKG agar pelaksanaan OMC dapat dilakukan secara tepat sasaran," kata Marulitua.
Berdasarkan laporan BPBD, OMC sudah dilaksanakan dalam empat sorti penerbangan pada 21-23 Oktober menggunakan pesawat PK-SNH. Bahan semai natrium klorida (NaCl) disebarkan di kawasan Bogor, Depok, Bekasi, dan Jakarta Selatan.