"Jangan sampai cuma yang baca doang. Kan harus edukasi keluarga, teman-teman PKK itu kan ada di mana-mana," ungkapnya.
Wakil Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Safitri Handayana menambahkan, peredaran obat yang tidak sesuai fungsi menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi Jakarta. Dia menyebut masyarakat masih mudah mengakses obat tanpa melalui fasilitas pelayanan kesehatan. Kondisi tersebut membuat edukasi mengenai penggunaan obat menjadi penting.
"Jangan mengakses atau membeli obat sembarangan," kata Safitri.
Safitri secara khusus meminta para Agent of Change mengedukasi keluarga, terutama yang memiliki anak remaja, mengenai bahaya obat-obatan keras seperti tramadol.
"Salah satunya adalah pengakses daripada obat-obatan dengan label K keras. Saya sebut salah satunya mungkin tramadol. Itu mungkin saya titip untuk Bapak/Ibu yang punya anak remaja, itu mungkin tolong diedukasi lebih sering," ujarnya.