NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong, 4,2 juta unit usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang tersebar di 35 kabupaten/kota untuk naik kelas, bertransformasi dari skala mikro menjadi usaha kecil, menengah, hingga mampu menembus pasar ekspor.

"UMKM harus mempunyai dampak dan naik kelas. Mulai dari mikro menjadi kecil hingga menengah dan dapat ekspor produk. Di saat kondisi geopolitik kemudian keterbatasan fiskal, UMKM kita harus bisa naik kelas," kata.Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, di Semarang, Rabu.

Hal tersebut disampaikan saat Bursa Wirausaha Unggulan 2026 yang digelar Kementerian UMKM di Muladi Dome, Universitas Diponegoro (Undip), Semarang.

Menurut dia, bursa wirausaha, pameran UMKM dan produk wirausaha menjadi ruang penting untuk pengembangan ekonomi dan peningkatan peluang usaha bagi anak muda.

Sebab, kata dia, kegiatan semacam itu dapat membuka akses pasar dan kemitraan yang lebih luas bagi para pelaku UMKM.

Ia menegaskan bahwa UMKM merupakan salah satu urat nadi perekonomian di Jateng, dan 4,2 juta UMKM, sekitar 97,95 persen dari jumlah itu merupakan usaha mikro.

Sejauh ini, Pemprov Jateng terus melakukan pendampingan dan pembinaan UMKM yang ada di wilayah tersebut melalui Dinas Koperasi dan UKM Jateng.

Hingga triwulan II tahun 2026, Diakoo UKM Jateng telah membina 201.035 unit usaha yang memiliki total nilai aset sekitar Rp39,74 triliun dan omzet sekitar Rp70,74 triliun.

Pemprov Jateng juga terus mendorong lahirnya wirausaha baru, sekaligus memperkuat kapasitas pelaku usaha yang sudah ada, melalui akses yang lebih luas terhadap pembiayaan, pasar, teknologi, dan kemitraan.

Untuk mendukung proses tersebut, Jateng memiliki berbagai program, antara lain Akademi Balatkop dan Hetero Business Leap.

Melalui program itu, kata dia, para pelaku UMKM diberikan materi penguatan pola pikir kewirausahaan, pengembangan produk dan pemasaran, pemanfaatan teknologi digital, pengelolaan usaha, hingga perluasan pasar.

Pada 2025, Akademi Balatkop mencatat 4.193 pendaftar, dengan peminatan terbesar pada digital marketing, keuangan bisnis, dan english conversation.

Pada 2026, terdapat 2.282 wirausaha binaan, terdiri atas 1.398 calon wirausaha, 436 wirausaha pemula, dan 448 wirausaha mapan, dengan bidang peminatan terbesar meliputi makanan 48,9 persen, kerajinan 13,3 persen, dan jasa digital 13,3 persen.

Penguatan UMKM tersebut juga didukung melalui program KUR dengan bunga 6 persen dari Bank Jateng yang sangat penting untuk mendukung berkembangnya pelaku usaha muda.

"Kita gandeng seluruh pemangku kepentingan yang ada kemudian memperbanyak kegiatan-kegiatan pameran sehingga bisa berkembang bersama. Termasuk juga soal digitalisasi," kata Luthfi.

Kegiatan tersebut dihadiri juga oleh Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza, Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding, sejumlah kepala daerah di Jateng, 27 lembaga inkubator Jateng-DIY, pelaku UMKM.