Oleh karena itu, Gubernur mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi memanfaatkan kuota tersebut, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah pusat melalui Balai PKP Kalimantan II, asosiasi pengembang (developer), hingga sektor perbankan, khususnya Bankaltimtara.

"Untuk KUR perumahan dan KPR subsidi minimal 2.000 bisa kita wujudkan. Lebih bagus lagi kalau bisa tembus 7.000 sampai 10.000 unit. Dengan begitu akan lebih banyak warga Kaltim yang memiliki rumah,” ujar Rudy

Gubernur juga memastikan kesiapan pemprov untuk mendukung para pengembang dalam membangun rumah bersubsidi dengan memberikan paket bantuan subsidi dan subsidi bunga.

"Semoga mendapat keberkahan dalam upaya penyediaan rumah bersubsidi dan bedah rumah tidak layak huni. Semoga makin banyak untungnya dan makin banyak bedah rumah dan rumah subsidi yang bisa direalisasikan," harapnya.

Terkait program bedah rumah dari Balai PKP Kalimantan II, realisasi saat ini baru mencapai 379 rumah dari target 3.741 unit.