NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) memperketat pemantauan harga berkala dan menguatkan koordinasi bersama Bulog maupun pelaku usaha dalam rangka menjaga inflasi serta memastikan mekanisme pasar berjalan efektif.

"Tekanan harga ini didominasi oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau," kata Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB Lalu Moh Faozal saat menghadiri kegiatan seremoni gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) di Lombok Tengah, Rabu.

Ia mengatakan bahwa potensi sektor pertanian kini menjadi perhatian utama, mengingat posisi strategis NTB yang telah tumbuh menjadi penyangga pangan nasional.

"Meski menyimpan potensi besar, Gubernur meminta seluruh pemangku kepentingan untuk mencermati dinamika inflasi NTB," ujarnya.