Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan (yoy) NTB pada September 2026 mencapai 4,18 persen, inflasi bulanan (mtm) 0,36 persen, inflasi tahun kalender (ytd) 2,72 persen, inflasi tertinggi (yoy) Kota Bima 4,76 persen dan Inflasi terendah (yoy) Kota Mataram 3,73 persen.
"Inflasi tahunan NTB meningkat dari 3,01 persen pada Juli menjadi 4,03 persen pada Agustus dan 4,18 persen pada September 2026," katanya.
Oleh karena itu, untuk mengantisipasi gejolak harga komoditas seperti daging ayam dan telur, pemerintah telah melakukan intervensi aktif, salah satunya melalui sinergi Kerja Sama Antar-Daerah (KAD) pasokan telur bersama Pemerintah Kota Bima.
"Gubernur menginstruksikan seluruh jajaran untuk tidak menunggu gejolak harga terjadi," katanya.