NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, mempercepat pemulihan lahan pertanian dan konektivitas masyarakat pascabencana. Penanganan diarahkan agar bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) sesuai dengan kondisi lahan, sementara perbaikan Jalan Salak-Kuta Liang dapat diselesaikan dengan konstruksi yang aman dan tahan terhadap risiko kerusakan berulang.
Di sektor pertanian, tercatat 50 hektare sawah terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, sekitar enam hektare mengalami kerusakan berat akibat tertimbun lumpur, sedangkan 44 hektare lainnya terdampak ringan akibat kerusakan jaringan irigasi primer dan sekunder.
Petani di Dusun II Sibande, Desa Tanjung Meriah, telah menerima bantuan dari Kementerian Pertanian berupa satu traktor roda empat, satu traktor roda dua, dan dua unit penyemprot tangan (hand sprayer). Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pengolahan kembali lahan agar petani segera memasuki masa tanam.
Hasil peninjauan lapangan menunjukkan traktor roda empat belum dapat menjangkau sawah karena keterbatasan akses dan ukuran petak lahan. Alat tersebut kemudian dimanfaatkan untuk mengolah lahan darat bagi penanaman padi gogo. Sementara itu, petani mengusulkan bantuan kultivator (cultivator) berukuran lebih kecil agar dapat digunakan di lokasi sawah.