Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Brigjen TNI Fadjar Tjahjono, mengatakan kesesuaian alat menjadi faktor penting agar bantuan benar-benar meningkatkan produktivitas petani.

"Bantuan alsintan telah diterima, tetapi pemanfaatan traktor roda empat pada sawah yang ditinjau terkendala akses. Diperlukan penyesuaian jenis alat dengan kondisi lahan serta kepastian lokasi pemanfaatan bantuan yang sudah tersedia," kata Fadjar dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2026).

Pemerintah daerah bersama Dinas Pertanian akan memverifikasi kebutuhan kultivator, kemampuan traktor roda dua yang telah tersedia, kesiapan operator, serta rencana pemeliharaan alat. Hasil verifikasi akan disandingkan dengan rencana pengadaan 117 unit alsintan prapanen dan pascapanen senilai sekitar Rp8,8 miliar dalam Rencana Induk 2026. Langkah ini dilakukan untuk mencegah ketidaksesuaian dan duplikasi bantuan.

Selain sektor pertanian, pemulihan juga berlangsung pada jalan kabupaten ruas Salak-Kuta Liang di Desa Kecupak, Kecamatan Pergetteng-getteng Sengkut. Pekerjaan yang didanai melalui skema Transfer ke Daerah tersebut masih berada pada tahap awal. Material konstruksi didatangkan dari Subulussalam, Aceh.