NADIKABAR.COM — Pencurian kabel telekomunikasi hingga perangkat base transceiver station (BTS) menjadi sorotan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Aksi kriminal terhadap infrastruktur telekomunikasi tersebut dapat mengganggu layanan internet yang digunakan masyarakat di sejumlah wilayah.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meminta bantuan Kapolri Suyudi Ario Seto yang baru saja dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026. Meutya mengatakan bahwa tindakan kriminal tersebut tidak hanya menyasar aset infrastruktur, tetapi juga berdampak langsung pada layanan publik.
Hal itu disampaikan Meutya dalam konferensi pers bersama Kapolri Suyudi Ario Seto. Pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi Kementerian Komunikasi dan Digital dengan Polri dalam menangani berbagai persoalan di ruang digital.
"Banyak sekali keluhan-keluhan dari masyarakat ketika akses internet itu terganggu. Terganggunya oleh tindakan-tindakan kriminal, di antaranya pemutusan kabel yang kemudian diperjualbelikan, tapi dampaknya luar biasa yaitu mematikan akses internet di satu wilayah," ujar Meutya, Jakarta, Selasa (27/10/2026).