"Bagaimana kemudian teman-teman founders ini kita lakukan penguatan-penguatan melalui rangkaian kegiatan yang ada di NextDev itu sendiri, sehingga dengan angka decline ini, tetap mereka bisa sustain dengan tetap melahirkan stream-stream revenue yang baru," tuturnya.
Selain tekanan pendanaan, Telkomsel melihat perubahan pola dalam membangun startup digital, salah satunya meningkatnya fenomena solo founder. Gumilar menyebut data yang dirujuk Telkomsel menunjukkan pertumbuhan solo founder di Indonesia berada di kisaran 24%. Kondisi ini membuat kebutuhan terhadap kemampuan seorang founder ikut berubah.
Jika sebelumnya pengembangan produk digital kerap dibangun dengan beberapa peran seperti hacker, hustler, dan hipster, kini seorang founder dituntut memiliki kemampuan yang lebih luas untuk menjalankan bisnisnya.
"Kenapa NextDev hadir di tahun ke-12 ini, untuk memperkuat founders itu sendiri, sehingga memang bisa memberikan impact yang lebih, kemudian dalam segi pengembangan bisnis dan lain sebagainya," katanya.