NextDev tahun ini juga mengusung tema AI-Powered Innovations. Fokus tersebut dipilih karena adopsi dan pendanaan AI di Indonesia dinilai masih relatif rendah dibandingkan kawasan Asia Tenggara.

Gumilar menyebut Indonesia baru mendapatkan sekitar 4% pendanaan AI di Asia Tenggara. Karena itu, AI dimasukkan ke dalam kurikulum NextDev untuk membantu para founder mengeksplorasi teknologi tersebut dalam pengembangan bisnis digital mereka.

Melalui NextDev, Telkomsel berharap technopreneur tidak hanya mampu menghasilkan produk digital, tetapi juga memiliki fundamental bisnis dan sumber pendapatan yang cukup kuat untuk melewati kondisi pasar yang penuh tekanan.

"Bagaimana digital business yang dibuat oleh para founders ini bisa kemudian kita lakukan penguatan-penguatan melalui kurikulum yang ada dengan tematik AI itu sendiri," ucapnya.