Hal itu dilakukan melalui penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, pengembangan fasilitas pembelajaran, serta perluasan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri.
"Melalui penguatan pendidikan vokasi berbasis kompetensi dan kebutuhan industri, kami terus mendorong agar lulusan tidak hanya memiliki kemampuan akademis dan keterampilan teknis, tetapi juga kesiapan kerja, kemampuan beradaptasi, serta daya saing yang tinggi," ujar Adie.
Adie mengungkapkan, SMK-SMAK Bogor menyelenggarakan pendidikan kejuruan bidang kimia analisis selama empat tahun. Sekolah tersebut menerapkan kurikulum terintegrasi yang memadukan kurikulum nasional, Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), kebutuhan industri, serta standar internasional.
Dalam mendukung pembelajaran berbasis praktik, SMK-SMAK Bogor telah mengembangkan berbagai program unggulan, antara lain teaching factory, pembelajaran berbasis proyek (project work), sertifikasi kompetensi, praktik kerja industri, hingga fasilitasi penempatan kerja lulusan melalui Bursa Kerja Khusus (BKK).
Selain itu, SMK-SMAK Bogor telah mencatatkan berbagai prestasi, di antaranya akreditasi A, penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015, serta memperoleh nilai A dalam penilaian penerapan pendidikan vokasi sistem ganda dari Perkumpulan Ekonomi Indonesia-Jerman (EKONID).Sekolah tersebut juga meraih peringkat pertama SMK terbaik di Jawa Barat berdasarkan capaian TKA dan UTBK tahun 2025.