NADIKABAR.COM — Pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Rahman, Jakarta Selatan, yakni ulama kharismatik Indonesia KH Syukron Ma’mun meninggal dunia pada Minggu.

Ulama kelahiran Sampang, Madura, 21 Desember 1941, itu menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta Selatan, setelah mendapatkan perawatan karena gangguan jantung yang dialaminya sejak pekan lalu.

Jenazah rencananya dishalatkan setelah shalat Dzuhur dan dimakamkan di Kompleks Pondok Pesantren Daarul Rahman, Jagakarsa, Jakarta Selatan. ​

KH Syukron dijuluki sebagai Singa Mimbar karena gaya dakwahnya yang selalu berapi-api dan konsisten memegang prinsip Alhussunnah Wal Jamaah.

Ulama kharismatik itu mendirikan Pondok Pesantren Daarul Rahman dengan dibantu oleh tiga kawannya, yaitu KH Antung Ghozali BA, KH Masyhuri Baedlowi, dan KH Abdul Kadir Rahman

Pondok pesantren tersebut dibangun di atas tanah wakaf seluas kurang lebih 7.800 meter persegi di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Status Pondok Pesantren Daarul Rahman, yaitu swasta penuh, atau berdiri sendiri tanpa ada ikatan organisasi atau partai politik apapun.

Saat ini, pondok pesantren itu sudah mendapatkan pengakuan dari Kementerian Agama sebagai pesantren Mu'adalah, yakni pesantren yang sudah disamakan ijazahnya untuk tingkat Tsanawiyah (SLP) dan Aliyah (SLA).