Sebelum pengeboran dilakukan, peneliti telah berulang kali memindai Durupınar menggunakan teknologi geofisika.

Menurut laman riset Noah's Ark Scans, survei ERT dan GPR yang dilakukan pada 2014-2021 menemukan sejumlah struktur linear dan pola menyerupai sudut siku-siku di bawah permukaan.

Analisis pada 2023-2024 kemudian memetakan fitur yang disebut menyerupai koridor. Pengujian tanah yang dilakukan tim juga diklaim menemukan kandungan material organik di bagian dalam sekitar tiga kali lebih tinggi dibandingkan area luar formasi.

Namun Noah's Ark Scans sendiri memberikan catatan penting mengenai temuan tersebut.

"Data tersebut bersifat sugestif, bukan konklusif," tulis organisasi itu dalam penjelasan metodologi penelitiannya.

Mereka juga menegaskan program penelitian tersebut tidak mengautentikasi klaim sejarah maupun keagamaan. Data yang dikumpulkan saat ini merupakan dokumentasi geofisika yang nantinya disiapkan untuk peninjauan ilmiah independen.

Dengan kata lain, keberadaan garis lurus, sudut, rongga ataupun material organik belum membuktikan bahwa sebuah kapal terkubur di Durupınar.

Formasi Durupınar sebenarnya bukan temuan baru. Struktur berbentuk kapal itu diidentifikasi dari foto udara pada 1959 oleh Kapten İlhan Durupınar dari Angkatan Darat Turki.