NADIKABAR.COM — Direktur Pusat Regional untuk Biologi Tropis Asia Tenggara (SEAMEO BIOTROP) Prof Dr Edi Santosa menyebutkan ekspansi pertanian dan berbagai bentuk pembangunan membuat konservasi biodiversitas menjadi salah satu prioritas regional.

"Kondisi ekspansi pertanian dan berbagai bentuk pembangunan membuat pemerintah dan masyarakat menghadapi tekanan yang semakin besar akibat perubahan iklim, perubahan penggunaan lahan, pemanfaatan sumber daya yang tidak berkelanjutan dan polusi," kata Edi Santoso di Bogor, Selasa.

Ia menyebutkan Asia merupakan salah satu kawasan yang paling kaya secara biologis di dunia.

Meskipun Asia mencakup sekitar 30 persen wilayah dunia, kawasan ini memiliki hampir 20 persen biodiversitas dunia, termasuk sejumlah hotspot biodiversitas global.

Menurut dia di kawasan ini juga terdapat lebih dari 17 negara megabiodiversitas, termasuk Indonesia, Malaysia dan Filipina.

Pada saat yang sama muncul tantangan, bukan hanya bagaimana dapat mengembangkan biodiversitas, tetapi juga bagaimana memastikan biodiversitas tetap mendukung kehidupan masyarakat dan berkembang secara berkelanjutan untuk generasi mendatang.

"Tantangan ini membutuhkan ilmu pengetahuan, pendidikan, inovasi, intervensi kebijakan, dan tentu saja kolaborasi regional yang kuat," katanya.

SEAMEO BIOTROP hadir dan ikut memberi peran untuk menjembatani kebutuhan tersebut.

Salah satunya dengan menggelar "The 5th International Conference on Tropical Biology" diselenggarakan SEAMEO BIOTROP di IPB International Convention Center (IPB ICC), Senin (5/10).

SEAMEO BIOTROP sebagai regional centre di bawah SEAMEO didirikan pada 1968. Mandat utamanya adalah berkontribusi terhadap pengembangan dan pengelolaan biologi tropis secara berkelanjutan di Asia Tenggara.

Fokusnya pada penelitian, peningkatan kapasitas dan pelatihan, serta penyebarluasan pengetahuan dan informasi mengenai biologi tropis.

SEAMEO BIOTROP berupaya menghasilkan dan berbagi pengetahuan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memfasilitasi kerja sama regional, serta mendukung pengelolaan sumber daya hayati tropis dan biodiversitas secara berkelanjutan.