"Terus, Tokopedia merger sama TikTok itu tahun 2023, sistemnya sudah berubah menjadi sistem TikTok. Penarikan dana cuma sehari satu kali, ya. Terus, saya kan aktif jualan sampai kemarin itu tanggal 25 April 2026, itu tiba-tiba tokok saya dinonaktifkan," terang Zainal.
Namun hingga 25 Juli 2026, saldo tersebut belum dapat dicairkan. Zainal kemudian menghubungi layanan pelanggan pada 5 Agustus untuk meminta kejelasan. Seminggu kemudian atau 12 Agustus 2026, Zainal mengaku saldo sekitar Rp 566 juta tersebut berubah menjadi Rp 0.
"Tanggal 12 Agustus malah saldo saya yang sekitar Rp 566 juta tadi dinolkan, hilang diambil semua, sudah nggak ada sisa. Dari total Rp 566 juta itu langsung ke 0. Saya kan stres langsung ini gimana, kok? Saldo ditahan 3 bulan, setelah 3 bulan nggak ada kejelasan, tanggal 5 Agustus saya tanya kepada CS, tanggal 12 Agustus malah hilang," bebernya.
Zainal mengaku bingung dan tidak mengerti permasalahan yang membuat saldo usahanya ditahan hingga akhirnya hilang. Penjual asal Rembang, Jawa Tengah, itu diketahui berjualan ponsel di TikTok.