Sekitar 87 persen partisipan melaporkan pernah mengalami setidaknya satu peristiwa traumatis secara langsung, ujar Sabrina Sghirripa, peneliti di Universitas Adelaide yang juga penulis utama studi yang diterbitkan dalam Journal of Affective Disorders tersebut.

"Namun, tidak semua orang yang mengalami trauma mengalami penurunan fungsi kognitif di kemudian hari, yang mengindikasikan faktor-faktor pelindung, termasuk cadangan kognitif, dapat meningkatkan resiliensi," tutur Sghirripa.

Tim peneliti menemukan bahwa orang-orang dengan cadangan kognitif yang lebih tinggi cenderung lebih kecil kemungkinannya terdampak gejala stres pascatrauma, serta tetap memiliki kognisi yang lebih baik saat menghadapi paparan peristiwa traumatis.