Cadangan kognitif mengacu pada kemampuan adaptasi otak dalam mempertahankan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia. Hal itu dapat dibentuk sepanjang hidup lewat pengalaman-pengalaman yang memperkaya, seperti pendidikan dan aktivitas rekreasi, demikian ditunjukkan studi tersebut.
Temuan itu menunjukkan bahwa mengembangkan cadangan kognitif dapat membantu mengurangi dampak kognitif dan psikologis akibat trauma, ujar Sghirripa, seraya menambahkan bahwa intervensi seperti aktivitas rekreasi dan keterlibatan sosial dapat memberikan manfaat bagi anggota masyarakat yang lebih tua dalam membangun cadangan kognitif.
"Menjaga hubungan sosial dan terlibat dalam aktivitas yang bermakna dapat membantu melindungi kesehatan kognitif dan mental di kemudian hari," bahkan di antara orang-orang yang telah mengalami banyak pengalaman hidup yang buruk, imbuh Sghirripa.