NADIKABAR.COM — Pengamat pasar modal Elandry Pratama menilai aksi profit taking (ambil untung) investor menjadi salah satu penyebab melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu ini, setelah sempat mengalami rebound (menguat) pada perdagangan Selasa (20/10) kemarin.
IHSG ditutup melemah 44,53 poin atau 0,84 persen ke posisi 5.234,36 pada perdagangan sesi I hari ini, setelah sempat rebound 282,28 poin atau 5,65 persen ke posisi 5.278,89 pada penutupan perdagangan kemarin.
"Sebagian investor memanfaatkan kenaikan tersebut untuk merealisasikan keuntungan. Di sisi lain, sentimen terkait MSCI dan kekhawatiran terhadap arus dana asing masih membayangi pergerakan pasar sehingga investor cenderung lebih berhati-hati,” ujar Elandry saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.
Elandry mengatakan bahwa investor global maupun domestik saat ini cenderung lebih selektif dan menjaga risk appetite (selera risiko).
Setelah volatilitas yang tinggi, lanjutnya, pelaku pasar masih menunggu kepastian terkait reformasi transparansi pasar modal Indonesia, serta respons investor asing terhadap perkembangan tersebut.
"Dalam kondisi ini, sebagian investor memilih merealisasikan keuntungan atau menunggu momentum yang lebih jelas sebelum kembali melakukan akumulasi,” ujar Elandry.