Boni menjelaskan konsep amorfisme informasi merujuk pada sifat informasi digital yang tidak berbentuk tetap karena mudah berubah, menyebar ke berbagai arah, dan sulit dikontrol secara terpusat.

Dalam kondisi tersebut, lanjut dia, institusi penegak hukum tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan konvensional.

Menurut dia, dibutuhkan paradigma yang lebih responsif dan adaptif serta mampu memanfaatkan berbagai sumber informasi terbuka secara cerdas dan terstruktur.

Ia mengatakan dalam negara demokrasi yang sehat, hubungan antara aparat keamanan dan warga sipil bukan bersifat hierarkis satu arah, melainkan dialogis dan saling menguatkan.

"Warga yang aktif melapor dan berpartisipasi melalui jurnalisme digital merupakan mitra strategis dalam menjaga keamanan nasional," kata Boni.