Imbas lonjakan harga komponen ini berdampak langsung pada penyesuaian harga jual di tingkat konsumen, mulai dari laptop flagship seperti MacBook hingga komputer papan tunggal (single-board computer) seperti Raspberry Pi.
Senior Analyst Counterpoint, Minsoo Kang, menjelaskan bahwa sejumlah pabrikan kini mulai mengubah strategi dengan memprioritaskan konfigurasi perangkat yang lebih sanggup menyerap inflasi harga komponen.
Alhasil, pilihan PC terjangkau bagi konsumen berkantong pas-pasan menjadi semakin langka. Beberapa produsen bahkan memilih menghidupkan kembali teknologi lama, seperti RAM DDR4 dan GPU 4GB, guna menekan harga jual.