NADIKABAR.COM — Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA) meminta seluruh pengembang gim mulai menyediakan fitur atau sarana dalam permainan yang dapat mencegah terjadinya kekerasan seksual di dunia daring.

"Perlu ada satu regulasi yang memberikan standar kepada para penyedia platform maupun AI itu sendiri untuk membuat satu sistem penyangga atau pencegahan seperti adanya cyber security yang memang bisa menyangkal kalau misalnya sudah terindikasi bisa segera ditangani," kata Assistant Representative UNFPA Verania Andria dalam Bali Tech Week (BTW) 2026 di Denpasar, Bali, Rabu.

Verania menyampaikan saat ini terjadi banyak kasus yang dilakukan oknum dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan fitur lainnya di dalam gim untuk menyerang dan melakukan kekerasan seksual, khususnya pada pengguna platform yang merupakan anak dan perempuan.

Contohnya, para oknum menggunakan AI untuk mengubah sebuah foto menggunakan wajah korban dan menyebarkannya untuk keuntungan pribadi. Para pelaku itu juga gemar menyerang menggunakan kalimat-kalimat yang disampaikan melalui kolom percakapan dan lain sebagainya.