Namun ia menegaskan, publik harus kembali melihat fundamental. Anindya mengatakan Penanaman Modal Asing (PMA) saat ini tercatat sebanyak Rp 270 triliun, rata-rata laba bersih emiten juga tumbuh 16%, cadangan devisa US$ 146 miliar, dan pertumbuhan kredit 13,3% secara tahunan.
"Kita tidak mengatakan yang sebelah kiri tidak ada, ada. Dan musti diwaspadai. Tapi kembali ke fundamental dan saya rasa itu yang paling tepat supaya kita tidak terpengaruh dari hingar-bingar," tegasnya.
Di sisi lain, Anindya mengakui ekonomi global tengah menghadapi berbagai tantangan. Sejumlah negara besar bahkan mulai menyiapkan cadangan darurat untuk mengantisipasi situasi yang tidak menentu.