Ia berharap pemberlakuan bea keluar ini terus berlanjut, sehingga hilirisasi di Indonesia dapat tercapai dengan hasil tambang diolah oleh pengusaha domestik menjadi barang jadi, bukan lagi diekspor dalam bentuk mentah.

Selain bea keluar, Arief melaporkan program bullion bank saat ini berjalan luar biasa dengan ekosistem dan rantai pasok yang sudah terbentuk. Menurut dia, kondisi ini membuka peluang besar bagi bangsa Indonesia ke depannya.

Bank emas (bullion bank) berfungsi untuk menyimpan dan memperdagangkan komoditas emas yang banyak ditambang di Indonesia.

Meskipun baru beroperasi satu tahun, dua motor ekosistem bank emas, yakni Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Pegadaian, sudah mengelola 153 ton emas dengan nilai sekitar Rp360 triliun.