NADIKABAR.COM — Ramai di media sosial (medsos) soal pembalut dikenakan pajak. Banyak netizen mempertanyakan alasan pembalut perlu dikenai pajak, padahal hal tersebut merupakan kebutuhan dasar perempuan.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie buka suara. Menurut Anindya, setiap upaya penambahan penerimaan negara perlu diimbangi dengan insentif untuk mendorong investasi.
"Tinggal melihat mana yang bisa membantu untuk peningkatan pertumbuhan. Nah Kita pasti harus pilih-pilih. Saya tidak mau komen kasus per kasus. Tapi yang pasti, pada saat ini, apapun penambahan pendapatan negara, kalau bisa juga dibarengi dengan insentif supaya investasi itu tumbuh," ujar Andi di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Selain investasi, Anin menilai peningkatan ekspor juga diperlukan untuk memperkuat bantalan ekonomi nasional. Dia menyebut nilai ekspor tahun ini telah mencapai Rp 7.900 triliun, tetapi Indonesia masih membutuhkan bantalan ekonomi yang lebih besar.