Menurutnya, perakitan kendaraan dari komponen impor justru kerap mendapat fasilitas insentif yang sama atau lebih besar dibandingkan pengembangan teknologi dari hulu di dalam negeri. Untuk itu pihaknya sangat menekankan pentingnya pemerintah menghadirkan kebijakan dan regulasi otomotif jangka panjang guna memberikan kepastian bagi para investor dan pelaku usaha.

Ia menambahkan, negara-negara tetangga seperti Thailand telah berhasil membangun industri EV yang kuat karena menerapkan kebijakan stabil berjangka hingga lima tahun tanpa perubahan aturan yang mendadak, sehingga mampu menarik investasi skala besar.

"Kami berharap regulasi insentif juga memberi porsi keberpihakan yang seimbang pada R&D lokal, serta adanya kepastian kebijakan jangka panjang agar pelaku industri memiliki ruang perencanaan investasi yang jelas," tegas Prabowo.

Di luar itu, menurutnya aspek pembiayaan hingga kemudahan akses pendanaan menjadi kunci penting agar masyarakat beralih dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik.

Ia mengatakan salah satu tantangan terbesar yang sedang dihadapi industri kendaraan listrik saat ini berkaitan terkait dengan skema pembiayaan di pasar. Di mana menurutnya suku bunga pinjaman atau kredit pembelian kendaraan listrik saat ini cenderung lebih tinggi jika dibandingkan pembelian kendaraan konvensional.