"Tantangan pembiayaan juga menjadi sorotan, di mana suku bunga pinjaman untuk kendaraan listrik diharapkan bisa bersaing atau bahkan lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional guna menarik minat konsumen," ujarnya.
Oleh karena itu, pihak asosiasi mendorong adanya kebijakan khusus dari pemerintah dan industri keuangan agar pembiayaan untuk kendaraan listrik dapat bersaing secara kompetitif. Dengan suku bunga cicilan yang lebih ringan atau kompetitif, daya beli masyarakat terhadap kendaraan listrik diharapkan dapat meningkat secara signifikan.
Prabowo menambahkan, adopsi kendaraan listrik di Indonesia masih berada di tahap awal jika dibandingkan dengan negara lain yang sudah lebih dulu masif menggunakannya.
Untuk memperbesar volume pasar (demand creation), insentif yang konsisten dan berkesinambungan sangat diperlukan agar industri dalam negeri dapat tumbuh berkelanjutan.
"Adopsi kendaraan listrik di Indonesia masih di tahap awal dibanding negara lain, sehingga demand creation dan insentif yang konsisten tetap diperlukan untuk memicu pertumbuhan pasar," tandasnya