NADIKABAR.COM — Serangan siber kini tak lagi sebatas virus atau phishing sederhana. Kejahatan digital telah memasuki era baru di mana peretas memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan manipulasi media (deepfake) untuk mengelabui korban dengan tingkat presisi yang sangat meyakinkan.

Merespons ancaman canggih tersebut, Bitdefender meresmikan kemitraan distribusi eksklusif bersama PT Gema Informatika Abadi (PT GIA) di Indonesia untuk memboyong teknologi pemutus scam dan pendeteksi deepfake berbasis AI bagi pengguna awam.

Pemanfaatan AI oleh pelaku kejahatan siber membuat batas antara informasi asli dan palsu makin kabur:

Senior Vice President of Operations Bitdefender Consumer Solutions Group, Ciprian Istrate, menegaskan bahwa pengguna kasual kini berhadapan dengan risiko keamanan yang jauh lebih kompleks.

"Pelaku kejahatan siber menggunakan AI untuk menjalankan kampanye penipuan yang meyakinkan dalam skala besar serta menyebarkan malware. Indonesia memiliki salah satu ekonomi digital terbesar dan tumbuh paling cepat di dunia, sehingga perlindungan berteknologi tinggi sangat mutlak diperlukan," jelas Ciprian.

Melalui jaringan distribusi PT GIA di seluruh Indonesia, konsumen kini dapat mengadopsi jajaran produk Bitdefender yang dibekali fitur keamanan canggih: