Sementara secara keseluruhan, perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,06 triliun, meningkat 49% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan Rp 717 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penyumbang utama memang pendapatan dari penjualan kendaraan listrik.
Sementara itu, bisnis manufaktur suku cadang otomotif membukukan pendapatan sebesar Rp 880 miliar, meningkat 41% YoY dari Rp 623 miliar pada periode 2025. Pertumbuhan ini didukung oleh meningkatnya aktivitas industri otomotif nasional, khususnya pada segmen kendaraan komersial yang juga tumbuh 42% secara tahun ke tahun berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) per September 2026.
Kinerja tersebut menegaskan peran bisnis manufaktur sebagai penopang pertumbuhan pendapatan sekaligus melengkapi ekspansi Perseroan di pasar kendaraan listrik komersial.
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, perusahaan juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp 12,1 miliar pada Januari-September 2026, meningkat 47% YoY dari Rp 8,2 miliar pada periode yang sama di 2025.