Pencapaian ini didukung oleh pengendalian biaya yang lebih baik seiring dengan peningkatan aktivitas bisnis. Pertumbuhan laba bersih juga mencerminkan upaya Perseroan dalam menjaga efisiensi operasional dan kualitas pertumbuhan di tengah pengembangan skala usaha.

Dari sisi neraca, hingga akhir September 2026, total aset Perseroan meningkat 13% secara year-to-date (YTD) menjadi Rp 2.026 miliar. Peningkatan ini terutama didorong oleh pertumbuhan piutang usaha, persediaan, dan uang muka seiring dengan meningkatnya aktivitas bisnis serta proses produksi sejumlah proyek yang ditargetkan selesai pada akhir 2026.

Sementara itu, total liabilitas meningkat 39% YTD menjadi Rp 768 miliar, sejalan dengan kebutuhan operasional dan modal kerja untuk mendukung aktivitas bisnis Perseroan. Ekuitas Perseroan juga meningkat 1% YTD menjadi Rp 1.258 miliar, mencerminkan posisi permodalan yang relatif stabil di tengah ekspansi bisnis.