Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menambahkan transformasi transportasi rendah emisi perlu berjalan bersama penguatan energi domestik, investasi, infrastruktur, serta industri dan rantai pasok nasional.
"Transformasi transportasi rendah emisi bukan hanya mengenai perubahan teknologi kendaraan, tetapi juga bagaimana kita membangun ekosistem yang mampu menciptakan nilai tambah di dalam negeri. Dengan dukungan energi, infrastruktur, industri, dan rantai pasok yang semakin kuat, transisi ini dapat sekaligus menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru dan memperkuat daya saing Indonesia," katanya.