NADIKABAR.COM — Departemen Pertahanan Amerika Serikat menunjuk Elon Musk untuk memimpin inisiatif baru bernama 'Project Meridian'. Inisiatif ini dibentuk untuk mempelajari kemampuan, teknologi, dan senjata yang dibutuhkan militer AS menghadapi perang di masa depan.
Musk akan memimpin proyek ini bersama pendiri Anduril Palmer Luckey dan mantan Ketua DPR AS Newt Gingrich. Mereka akan dibantu tim yang terdiri dari orang-orang dari sektor pemerintah, industri, dan akademisi, yang semuanya akan bekerja di bawah arahan CTO Pentagon Emil Michael.
Project Meridian akan menghabiskan 120 hari untuk melihat bagaimana perang dapat berubah dalam beberapa tahun hingga dekade ke depan, guna menganalisis kemampuan apa yang dibutuhkan militer AS untuk mempertahankan keunggulan teknologi.
"Project Meridian, masa depan peperangan, bukanlah tentang mengembangkan strategi baru atau kebijakan baru," kata Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu (3/10/2026).
"Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi domain yang harus kita taklukkan dan kemampuan yang harus kita kuasai," sambungnya.
Hegseth mengatakan inisiatif tersebut akan fokus pada penemuan, pengembangan, dan pengerahan senjata dan sistem yang mungkin akan dibutuhkan oleh prajurit AS di medan perang, mulai dari di Bumi hingga ke Bulan.
Tiga pemimpin Project Meridian yang ditunjuk Pentagon tidak memiliki pengalaman militer. Musk dulunya pindah dari Afrika Selatan ke Kanada untuk menghindari wajib militer. Luckey merupakan entrepreneur teknologi pertahanan, sedangkan Gingrich merupakan politisi.
Namun, Musk dan Luckey memiliki hubungan yang erat dengan militer AS. SpaceX, perusahaan milik Musk, memiliki sejumlah kontrak dengan Pentagon, termasuk kontrak senilai USD 4,16 miliar untuk membangun satelit yang dirancang untuk melacak ancaman di udara.
Anduril, perusahaan teknologi pertahanan yang didirikan Luckey, mengembangkan senjata otonom dan teknologi militer lainnya. Pada tahun 2025, Korps Marinir AS memberikan kontrak senilai USD 642 juta pada Anduril mengembangkan sistem anti-drone.