"Sepemahaman saya situasinya masih terkendali, dan yang kita bicarakan di sini bukanlah peralatan atau suku cadang yang sensitif. Meski demikian, penanganan atas insiden ini pada akhirnya akan menjadi ranah Amerika Serikat dan Lockheed," imbuhnya.

Bloomberg melaporkan China kini menguasai suku cadang F-35 tersebut yang adalah kanopi kokpit dan pintu ruang senjata setelah kargonya secara tak terduga dialihkan ke Hong Kong dalam perjalanan dari Australia menuju AS untuk perbaikan atau pemusnahan beberapa bulan lalu. Belum diketahui bagaimana pengiriman bisa dialihkan.

Sebelumnya, Politico melaporkan insiden ini memicu penyelidikan dari Kongres AS di tengah kekhawatiran bahwa China bisa mendapatkan akses ke komponen-komponen penting dari teknologi yang sangat rahasia tersebut.

Beijing memegang kendali ketat atas Hong Kong sejak wilayah tersebut diserahkan kembali oleh Inggris pada tahun 1997. Hong Kong tidak memiliki militer sendiri maupun kewenangan untuk menjalankan diplomasi luar negerinya.