Observatorium ini memanfaatkan sifat utama neutrino, bahwa partikel ini menghasilkan kilatan cahaya saat bertabrakan dengan inti atom yang kemudian dapat dilacak oleh sensor yang tertanam di es glasial yang jernih.
Tiba di Bumi dari kosmos yang sangat jauh, neutrino sering disebut hantu karena wujudnya yang tidak kasat mata (seperti uap) dan mampu menembus segala jenis materi tanpa mengalami perubahan. Partikel ini hampir tidak memiliki massa, dan tidak bermuatan listrik.
Mereka dapat melakukan perjalanan melintasi lingkungan paling ekstrem sekalipun, seperti bintang, planet, dan seluruh galaksi, namun wujudnya tetap sama.
"Sudah cukup lama Hadiah Nobel tidak diberikan kepada satu individu, dan hal ini menunjukkan betapa unik visinya. Dibutuhkan tim yang terdiri dari ratusan orang untuk membangunnya, tapi semuanya berawal dari satu orang."" kata Richard Fitzgerald, pemimpin redaksi Physics Today.
Meskipun miliaran neutrino berasal dari Matahari, neutrino yang datang dari wilayah luar angkasa lainnya jauh lebih langka dan lebih sulit dideteksi.