Di 1980-an, Halzen pertama kali menyadari es Antartika bisa menjadi tempat yang ideal untuk menjerat neutrino yang sulit ditangkap. Namun, memasang peralatan sensitif jauh di dalam es merupakan upaya luar biasa besar yang mengharuskan para peneliti mengebor lubang sedalam satu kilometer dan menurunkan rangkaian sensor cahaya.

Pendahulu IceCube, dikenal sebagai AMANDA, diselesaikan tahun 2000 namun gagal mendeteksi neutrino energi tinggi yang dicari Halzen. Pengerjaan lalu dilanjutkan pada IceCube, satu kilometer kubik es dengan sensor cahaya, yang mencapai ukuran penuhnya tahun 2011, dengan 5.160 sensor cahaya yang terbagi dalam 86 kabel.

Pada tahun 2013, tim peneliti melaporkan bukti pertama yang mendukung deteksi neutrino kosmik dan beberapa tahun kemudian, mereka mengumpulkan cukup data untuk benar-benar meyakini penemuan mereka.

Komite Nobel mengatakan bahwa IceCube akan membawa astronomi neutrino ke tingkat yang baru, memberikan informasi tentang fenomena kosmik yang tersembunyi di balik awan debu dan objek ruang angkasa yang jauh seperti lubang hitam.

Sebuah proyek untuk memperluas IceCube, yang akan memungkinkannya memantau delapan kilometer kubik es, tengah direncanakan. Penghargaan Nobel ini disertai dengan hadiah uang 12 juta kronor Swedia (USD 1,2 juta).