NADIKABAR.COM — Tren digital mengubah cara calon konsumen dalam mencari sebuah kendaraan baru yang mereka inginkan. Spesifikasi, harga, desain, perbandingan antarmodel hingga ulasan pengguna memang dapat dengan mudah ditemukan hanya melalui layar ponsel pintar calon konsumen.
Suzuki dalam laman resminya yang dikutip di Jakarta pada Rabu (7/10), menjelaskan bahwa perubahan tersebut membuat calon pembeli tidak lagi sepenuhnya bergantung pada tenaga penjualan di diler untuk mengenali mobil yang diminati.
Hanya saja, kemudahan dalam memperoleh informasi dan bertransaksi secara daring belum sepenuhnya menghilangkan kebutuhan terhadap diler.
Suzuki menilai, masih terdapat sejumlah hal dalam proses membeli mobil yang masih membutuhkan interaksi dan pengalaman secara langsung.
Salah satunya adalah test drive. Informasi dalam bentuk foto dan video tidak sepenuhnya dapat menggambarkan posisi duduk, visibilitas pengemudi, jangkauan tombol maupun kenyamanan kabin
Begitu pula karakter berkendara. Akselerasi, pengereman, tingkat kebisingan, respons kemudi dan bantingan suspensi baru dapat dirasakan secara langsung ketika kendaraan dikemudikan.
Diler juga menjadi ruang bagi konsumen untuk memastikan kembali pilihannya sekaligus berkonsultasi mengenai kebutuhan kendaraan, skema pembiayaan dan layanan purnajual.
Fungsi tersebut semakin penting setelah kendaraan berpindah tangan kepada konsumen. Perawatan berkala dan perbaikan masih membutuhkan bengkel fisik, teknisi tersertifikasi, peralatan diagnostik serta ketersediaan suku cadang.
Kedekatan lokasi bengkel turut menjadi pertimbangan karena dapat memengaruhi kemudahan dan waktu yang dibutuhkan pemilik kendaraan ketika melakukan perawatan.
Digitalisasi pada akhirnya lebih tepat dipandang sebagai pelengkap daripada pengganti diler. Salah satu contohnya diterapkan Suzuki Indomobil Sales melalui aplikasi MySuzuki yang memungkinkan pelanggan memesan jadwal servis, memantau status kendaraan, memperoleh pengingat servis, mencari diler terdekat dan membeli suku cadang resmi.
Meski demikian, pengerjaan kendaraan tetap harus dilakukan di bengkel resmi Suzuki yang sudah tersebar di seluruh Indonesia.
Di tengah perubahan tersebut, diler juga menghadapi tekanan persaingan. Gaikindo menilai persaingan industri yang semakin ketat menuntut merek bersaing bukan hanya melalui harga, model, desain dan fitur, tetapi juga layanan purnajual.
Karena itu, sebagian diler mulai mengubah showroom menjadi ruang pengalaman dengan fasilitas yang lebih nyaman, ruang konsultasi, kafe dan layanan digital.
Diler masa depan bukan lagi sekadar tempat menjual mobil. Ketika informasi semakin mudah diperoleh secara daring, nilai diler justru bergeser menjadi tempat konsumen membangun keyakinan, merasakan kendaraan secara langsung dan mendapatkan kepastian layanan setelah pembelian.