Dia mengatakan identitas kapal ini diketahui dari dokumen docking yang ditemukan di kapal sebelumnya. Sekadar informasi, kapal yang dimaksud adalah kapal Fuchangxing 1 pengangkut 800 ketamin di perairan Anambas, Kepulauan Riau (Kepri). Kasus ini diungkap September 2026.

Dia lantas menjelaskan bahwa kapal MT Global 168 bergerak dari tempat docking di Pasir Gudang Johor Malaysia menuju perairan Andaman Thailand.

"Rutenya yang dilalui dari Pasir Gudang menuju Port Klang untuk melakukan bunker atau mengisi air dan bbm. Kapal melanjutkan pelayaran menuju laut Andaman untuk melakukan ship-to-ship guna menerima muatan ketamin," ungkapnya.

Dia mengatakan inilah modus yang dilakukan oleh para penyelundup. Ada kapal pembawa barang dan ada kapal penerima.

"Modus para penyelundup itu seperti itu, mereka datang dari beberapa negara, kadang dari wilayah Laos dan sebagainya, kemudian melakukan transaksi di laut Andaman atau juga Selat Malaka. Ya dari ship-to-ship atau kapal ke kapal," ujarnya.

Kapal-kapal ini melakukan transaksi di atas laut. Ketika barang habis kemudian diisi lagi.

"Kapal pembawa barang, ada penerima, begitu habis nanti diisi lagi, terus aja begitu," pungkas Suyudi.