NADIKABAR.COM — Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) menilai pemanfaatan data lokal dapat memperkuat penilaian kredit Bank Perekonomian Rakyat (BPR) agar pembiayaan usaha mikro dan kecil sesuai karakteristik masyarakat di setiap daerah.

Ketua Umum Perbarindo Tedy Alamsyah mengatakan BPR dapat mengembangkan metode penilaian kredit inovatif (innovative credit scoring/ICS) dengan memanfaatkan data dan informasi mengenai kondisi ekonomi masyarakat di wilayah operasional masing-masing.

"Salah satunya adalah dengan penggunaan innovative credit scoring," kata Tedy seusai Seminar Nasional dan Musyawarah Nasional (Munas) XII Perbarindo di Jakarta, Senin.

Menurut dia, metode tersebut dapat dikembangkan menggunakan data yang dimiliki industri BPR maupun informasi dari lingkungan sekitarnya untuk membantu penilaian kelayakan kredit calon debitur.

Pengembangannya dapat memanfaatkan data primer dan sekunder yang kemudian diolah melalui metode statistik dan matematika, tanpa harus langsung menggunakan teknologi kecerdasan buatan yang canggih.

"Tantangan terbesar adalah teknologi," ujarnya.

Tedy menjelaskan perkembangan teknologi menuntut BPR menyesuaikan model bisnisnya, termasuk mengembangkan layanan yang sebelumnya mengandalkan pendekatan konvensional atau kunjungan langsung kepada nasabah.

Namun, penyesuaian tersebut perlu mempertimbangkan perbedaan karakteristik masyarakat karena pendekatan penilaian kredit yang sesuai di suatu daerah belum tentu tepat diterapkan di wilayah lainnya.