Dalam perkembangan pembiayaan UMKM secara lebih luas, OJK melalui laporan yang diterbitkan pada 5 Oktober 2026 mencatat kredit UMKM perbankan tumbuh 2,32 persen secara tahunan pada Agustus, meningkat dari 1,62 persen pada Juli 2026.

Terkait kebutuhan dana menjelang akhir tahun, Tedy menjelaskan kenaikan permintaan kredit BPR tidak selalu diikuti perubahan yang sama pada penghimpunan simpanan karena karakteristik layanan BPR berbeda dengan bank umum.

Menurutnya, nasabah umumnya memanfaatkan produk simpanan BPR untuk menyimpan dana dan memperoleh imbal hasil, bukan terutama untuk memenuhi kebutuhan transaksi sehari-hari.

"BPR bukan transactional bank," katanya.

Dari sisi penghimpunan dana, Tedy sebelumnya memaparkan bahwa tabungan BPR tumbuh 4,21 persen dan deposito meningkat 2,14 persen secara tahunan pada Juli 2026.

Pada periode yang sama, tabungan BPRS tumbuh 10,27 persen, sedangkan deposito BPRS meningkat 4,58 persen secara tahunan.

Tedy menilai kondisi likuiditas BPR sejauh ini masih relatif aman. Namun, ia mengingatkan bahwa kebutuhan dana masyarakat dapat berbeda antardaerah, bergantung pada karakteristik ekonomi dan perilaku nasabah setempat.