Ia mencontohkan bahwa berdasarkan pengalamannya di Yogyakarta, penarikan simpanan menjelang hari besar keagamaan tidak selalu meningkat secara signifikan. Meski demikian, pengalaman tersebut belum tentu mencerminkan kondisi di wilayah lain.
Di sisi lain, Tedy mengingatkan bahwa prospek pertumbuhan kredit BPR hingga akhir tahun masih dipengaruhi ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi dunia, termasuk perkembangan krisis energi global.
Menurutnya, perubahan kondisi ekonomi dapat memengaruhi kegiatan usaha serta kemampuan pelaku usaha mikro dan kecil dalam memenuhi kewajiban pembayaran kredit.
"Tentunya usaha mikro, kecil sangat rentan terhadap kondisi ekonomi keluarga, ekonomi regional, bahkan gangguan kecil dapat berpengaruh pada kemampuan mereka untuk membayar kembali pinjaman," ucap Tedy.
Karena itu, karakteristik usaha dan kondisi ekonomi setempat perlu menjadi perhatian dalam penyaluran pembiayaan agar pertumbuhan kredit BPR dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Tedy tetap optimistis industri BPR mampu menjalankan perannya dalam menyediakan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dan kecil.
"BPR selalu harus optimis," tuturnya.