Bagnaia tak menampik hasil buruk beruntun ini membuatnya harus menurunkan ekspektasi. Ia mengaku kesulitan di sektor pengereman dan saat menikung, dua elemen yang dulu menjadi kekuatan utamanya.
"Ini adalah nihil poin ketiga saya secara beruntun. Kami bekerja sangat keras dan tim saya melakukan segalanya agar saya nyaman, tapi sayangnya saya tidak bisa mengatasinya dan saya tidak mengerti kenapa," kata Bagnaia dikutip dari Motosan.
"Ada hal-hal yang sudah tidak bisa lagi saya lakukan, terutama pengereman saat masuk tikungan dan menikung. Saya harus menerima kenyataan, mulai dari premis bahwa level saya saat ini ada di posisi sembilan atau sepuluh, dan mulai lagi dari sana. Ada sesuatu yang hilang," tambah dia.
Di luar masalah performanya, Bagnaia juga menyoroti kesenjangan sistem pembinaan pembalap muda tim redaksi Italia dan Spanyol. Menurutnya, akses dan biaya menjadi faktor utama yang membuat Spanyol lebih unggul mencetak talenta.