"VR46 Academy sudah berupaya keras dan ada pembalap-pembalap kuat yang berkembang, tapi ada perbedaan besar dalam komitmen dan sumber daya di kategori bawah. Di Spanyol, kamu bisa berlatih dengan motor 600cc atau 1000cc hampir tanpa batasan sejak usia muda; balapan di sana biayanya sangat murah," jelasnya.
"Di Italia, masuk ke sirkuit besar hampir mustahil karena tidak terjangkau semua orang dan kami kekurangan infrastruktur. Itulah kenapa banyak pembalap Italia pergi berlatih di Spanyol, karena kejuaraannya memakai motor yang identik dengan Kejuaraan Dunia dan jadi batu loncatan sempurna," tambah Bagnaia.
Meski tengah terpuruk, Bagnaia mulai menatap seri berikutnya di Austria, sirkuit yang secara historis ramah untuk Ducati sekaligus cocok dengan gaya balapnya. Namun ia tetap realistis, menyebut segalanya bergantung pada apakah kepercayaan dirinya bisa kembali.
"Ini sirkuit yang bagus untuk Ducati dan salah satu yang terbaik untuk saya. Ketika saya merasa nyaman di atas motor, saya berhasil memenangkan balapan dengan selisih signifikan, tapi sekarang semuanya akan tergantung bagaimana perasaan saya saat kami tiba di sana," pungkas Bagnaia.