Menurutnya, efektivitas sistem integritas tidak cukup dinilai dari keberadaan regulasi atau pemenuhan persyaratan administratif, tetapi juga perlu dilihat dari pelaksanaan kebijakan, pengukuran hasil, dan tindak lanjut evaluasi.
Hasil evaluasi tersebut selanjutnya dapat menjadi dasar untuk menyempurnakan kebijakan, memperbaiki proses kerja, dan meningkatkan kinerja kelembagaan. Dengan demikian, evaluasi tidak hanya berfungsi untuk menilai pelaksanaan kebijakan, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas tata kelola dan akuntabilitas publik.
Penguatan integritas nasional juga membutuhkan koordinasi antar cabang kekuasaan dengan tetap menghormati kewenangan masing-masing. Sinergi antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif diperlukan untuk memperkuat pengawasan, menjaga akuntabilitas kelembagaan, serta meningkatkan kepercayaan publik.
Pentingnya koordinasi tersebut turut tercermin dalam forum 5th Meeting of the Working Party on Public Integrity and Anti-Corruption (PIAC), yang juga dihadiri Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Joko Pramono untuk memaparkan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
Keterlibatan Kementerian PANRB dan KPK dalam forum tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antarlembaga untuk memperkuat sistem integritas nasional. Koordinasi ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pencegahan dan pemberantasan korupsi, sejalan dengan komitmen Indonesia dalam proses aksesi OECD.
Dalam konteks tersebut, Erwan menegaskan bahwa penguatan integritas publik perlu diwujudkan melalui tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Komitmen itu diharapkan tidak hanya memperkuat upaya pemberantasan korupsi, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
"Melalui forum PIAC, Indonesia terus memperkuat komitmen terhadap integritas publik dan pemberantasan korupsi dalam proses aksesi OECD. Upaya ini harus bermuara pada penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel, serta meningkatkan kepercayaan publik," pungkas Erwan.