Sebelumnya, Luhut menyatakan pemerintah tengah menyiapkan perubahan skema subsidi barang menjadi bantuan tunai yang diberikan langsung kepada masyarakat.

Integrasi dan pemutakhiran data penerima ditargetkan selesai pada akhir 2026, sebelum pemerintah mulai menguji penyaluran bansos melalui skema baru tersebut pada kuartal I 2027.

Pemutakhiran dilakukan dengan mengintegrasikan data kependudukan Direktorat Jenderal Dukcapil dengan data kementerian dan lembaga lain menggunakan kecerdasan buatan (AI). Pemerintah juga membuka pendaftaran bagi masyarakat agar warga yang memenuhi kriteria tidak terlewat dalam pendataan.

Luhut sebelumnya menyebut nilai bantuan dari berbagai program bansos yang dihimpun untuk skema transfer tunai rata-rata mencapai Rp5,4 juta per orang.

Namun, jumlah penerima dan pelaksanaan skema tersebut masih bergantung pada hasil pemutakhiran data serta kesiapan sistem digital pemerintah.