Fasilitas tersebut akan dikembangkan untuk layanan perawatan, perbaikan, dan overhaul pesawat, atau Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO). Posisi strategis Oman diharapkan membuka akses yang lebih luas ke pasar Timur Tengah, Afrika, dan Eropa, sekaligus melengkapi jangkauan layanan GMF dari basis operasinya di Indonesia.

"Pengembangan MRO di Oman menjadi langkah awal untuk membangun kehadiran operasional GMF yang lebih dekat dengan pelanggan di Timur Tengah dan kawasan sekitarnya. Dengan pengalaman dan kapabilitas yang dimiliki, GMF melihat peluang untuk menjangkau pasar perawatan yang lebih luas sekaligus berkontribusi pada penguatan industri aviasi Oman," ujar Andi, dalam keterangan tertulis, Rabu (7/10/2026).

Dalam skema kerja sama tersebut, CAA Oman berperan sebagai pemilik hanggar dan pemberi konsesi. Otoritas itu juga menjalankan fungsi regulator untuk memastikan pemenuhan ketentuan serta standar keselamatan penerbangan yang berlaku di Oman.