Iding memaparkan pasar modal Indonesia sebenarnya telah mencatatkan rekam jejak yang signifikan dalam menyalurkan pembiayaan berwawasan lingkungan dan sosial.
Sepanjang periode 2018 hingga 2026, akumulasi penerbitan obligasi dan sukuk berwawasan lingkungan, sosial, dan keberlanjutan (green, social, and sustainable bonds) telah mencapai Rp89,46 triliun yang diterbitkan oleh 15 entitas penerbit.
"Angka ini, Bapak Ibu, menunjukkan bahwa pasar utang memiliki peran yang nyata dalam mendukung pembiayaan keberlanjutan. Namun tentu, kita tidak boleh berpuas diri. Bila kita lihat, ruang pengembangannya masih luas," tuturnya.
Selain menopang instrumen obligasi, komitmen pasar modal terhadap prinsip keberlanjutan juga tercermin dari meningkatnya keterbukaan informasi korporasi.