NADIKABAR.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat setelah anjlok dalam pada awal pembukaan perdagangan hari ini, Kamis (22/10)2026. Diketahui dari NadiKabar, indeks saham sempat melemah ke level terendahnya pada posisi 5.100-an pagi tadi.

Berdasarkan data RTI Business, IHSG menguat 0,615% ke level 5.363,55 pukul 09.28 WIB. Volume transaksi tercatat sebanyak 6,47 miliar dengan nilai transaksi sebesar Rp 3,13 triliun. Sebanyak 334 saham menguat, 275 saham melemah dan 152 saham stagnan. Kapitalisasi pasar IHSG saat ini berada di angka Rp 9.464,39 triliun.

Hal tersebut seolah menjadi fatamorgana di tengah tekanan pasar yang mendorong IHSG hingga kembali tenggelam di level terendah di angka 4 ribuan pada awal pekan ini. BEI (Bursa Efek Indonesia) bersama pemerintah terus melakukan sejumlah perbaikan di sistem bursa saham Indonesia. Reformasi yang tengah dijalankan adalah dengan mulai menaikkan batas minimum saham publik (free float) menjadi 15% hingga membuka seluas-luasnya informasi kepemilikan saham. Usaha ini dilakukan karena MSCI terus mengancam akan menurunkan status pasar saham Indonesia.

Dalam keterangan resminya, MSCI menyatakan dan mempertimbangkan reklasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Langkah ini didasari kekhawatiran yang berkelanjutan mengenai aksesibilitas investasi dan tata kelola pasar. Pelaku pasar global menilai struktur kepemilikan saham Indonesia masih belum transparan, ditambah kekhawatiran mengenai dugaan aktivitas perdagangan yang terkoordinasi.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, hingga CEO Danantara Rosan Roeslani pun sempat mendatangi Gedung Bursa Efek Indonesia pada Jumat (16/10/2026) kemarin. Mereka melakukan pertemuan tertutup di ruang direksi BEI.

Namun sejauh ini langkah-langkah yang sudah dilakukan Indonesia belum juga memuaskan pihak MSCI. Dalam keterangan resminya, MSCI menyatakan dan mempertimbangkan reklasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Langkah ini didasari kekhawatiran yang berkelanjutan mengenai aksesibilitas investasi dan tata kelola pasar.

Ditengah usaha negara memenuhi tuntutan MSCI, Presiden Prabowo dalam pidatonya pada rapat kabinet kemarin di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (21/102026) menyatakan sikapnya terhadap MSCI.

Diketahui dari NadiKabar, Prabowo menilai apa yang dilakukan MSCI adalah gangguan bagi bangsa Indonesia. Peringatan MSCI diartikan olehnya sebagai langkah menakut-nakuti bangsa Indonesia. Dirinya mengatakan, Indonesia tak takut siapapun.

"Gangguan masih banyak kita terus dihadang, ada apa itu, macam-macamlah, MSCI, macam-macam. Dia mau takut-takuti kita. Saya hanya katakan ke MSCI, 'Bangsa Indonesia tidak takut siapa pun dan tidak akan gentar!'," kata Prabowo dalam rapat kabinet paripurna di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026).

Dilansir dari NadiKabar, keputusan final dari MSCI untuk pasar saham Indonesia paling lambat 30 Juni 2027, setelah periode konsultasi berakhir pada 30 April 2027. Lalu, apa makna di balik sikap tersebut? Sejauh mana pernyataan sikap Prabowo berdampak pada sentimen MSCI? Simak obrolannya bersama analis keuangan Mega Capital Sekuritas dalam Market Review Kabar Sore.

Beralih ke Kuningan, Jawa Barat, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), tepatnya di Resor Pasawahan SPTN Wilayah I, Kabupaten Kuningan. Peristiwa yang baru saja terjadi pada Rabu (21/10/2026) malam tersebut diketahui menghanguskan sekitar 1,5 hektare lahan bambu.

Upaya pemadaman di kawasan taman nasional menghadapi kendala akses menuju titik api. Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhutla) TNGC bersama unsur terkait masih melakukan pemadaman dan pengamanan di lokasi.

"Saat ini masih penanganan oleh tim brigdalkarhutla, titik api susah diakses dengan mobil," ucap Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten AME.

Sebelumnya, lima anggota piket Regu 1 Pemadam Kebakaran dan Satpol PP Kabupaten Kuningan telah melakukan pemadaman serta pendinginan selama kurang lebih 35 menit.

Diketahui dari NadiKabar, hingga saat ini petugas masih dikerahkan untuk memadamkan api sekaligus mengamankan kawasan terdampak. Seperti apa kabar terbarunya? Saksikan laporan lengkapnya bersama jurnalis NadiKabar dalam Berita Nusantara.

Pada penghujung sore nanti, Kabar Sore akan kedatangan komunitas lari Banterrun. Tak hanya menjaga kebugaran, komunitas ini juga memiliki niat untuk menjadi ruang untuk membangun pertemanan dan menemukan lingkungan yang positif.

Namun, di balik tren komunitas lari yang semakin populer, tantangannya bukan hanya soal menjaga konsistensi berolahraga, tetapi juga bagaimana mengatasi rasa minder bagi pemula, membagi waktu di tengah kesibukan, serta menemukan makna kebersamaan di setiap langkah. Bagaimana cara menyiasati waktu agar tetap bisa berolahraga tanpa mengganggu tanggung jawab sehari-hari? Temui Banterengine atau founder komunitas Banterrun, Piyu Afiru & Danang Sujatmoko dalam Sunsetalk.

Simak berita terbaru dan menarik NadiKabar lainnya dalam Kabar Sore. Kabar Sore, Nggak Cuma Hore-hore!